”GROSIR
TAS KUDUS”
Dosen
Pembimbing : Dr. Drs. Sukirman, S.Pd. SH. MM.
Penyusun :
Ima Rahmawati
(201511153) (4f)
FAKULTAS
EKONOMI PROGDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS
MURIA KUDUS
TAHUN
AJARAN 2016/2017
KATA
PENGANTAR
Segala
puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT serta shalawat dan salam kami
sampaikan hanya bagi tokoh dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Diantara sekian
banyak nikmat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang
memberi hikmah dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga
oleh karenanya kami dapat menyelesaikan tugas kewirausahaan ini dengan baik dan
tepat waktu.
Adapun
maksud dan tujuan dari penyusunan proposal ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas yang diberikan oleh guru pada mata kuliah kewirausahaan.
Dalam
proses penyusunan tugas ini kami menjumpai hambatan, namun berkat dukungan
materil dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan
cukup baik, oleh karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan
terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terkait yang
telah membantu terselesaikannya tugas ini.
Segala
sesuatu yang salah datangnya hanya dari manusia dan seluruh hal yang benar
datangnya hanya dari agama berkat adanya nikmat iman dari Allah SWT, meski
begitu tentu tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala
saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi
perbaikan pada tugas selanjutnya. Harapan kami semoga tugas ini bermanfaat
khususnya bagi kami dan bagi pembaca lain pada umumnya
KUDUS,20 MARET 2017
ABSTRAK
Belakangan ini
kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan semakin meningkat dibanding
waktu-waktu sebelumnya. Untuk alasan yang sama pula banyak orang lebih memilih
menggunakan tas yang bisa digunakan berulang-ulang sekaligus mudah diolah
kembali ketika tas tersebut sudah tidak dapat dipakai lagi.
Salah satu bahan
tas yang ramah lingkungan dan paling populer digunakan adalah spunbond (baca: spahn-bon).
Bahan spunbond bukan hanya ramah lingkungan namun juga relatif aman bagi para
penderita alergi.
Keunggulan lain dari tas berbahan
spunbond adalah bobotnya yang ringan, fleksibel, murah sekaligus nyaman untuk
dibawa kemana-mana.
Kain Spunbond / Non
Woven merupakan kain yang terbuat dari polypropylene berbentuk serat panjang
yang terikat dan tersusun dengan kuat secara kimiawi, mekanik, panas dan
perawatan dengan pelarut. Kain jenis ini memiliki kelebihan antara lain; tahan
lama, memiliki daya serap air yang cukup tinggi, lembut, elastis, cukup tahan
terhadap api, memiliki daya saring terhadap bakteri, dan satu hal yang paling
penting adalah mudah didaur ulang sehingga tidak mencemari bumi kita tercinta.
Selain itu
banyaknya pula souvenir pernikahan yang menggunakna bahan plastic juga yang tidak dapat di daur ulang dan tidak
ramah lingkungan dan juga tidak banyak manfaatnya. Untuk itu souvenir berbahan
spund dan berbentuk goodie bag juga sangat
inovatif pada zamn ini bukan hanya bentuknya yang dapat di manfaatkan
namun juga unik dan kelihatan lebih elegan.cocok untuk pernikahan yang mewah dn
juga pernikahan yang sedrhana.
Calon pengantin
muda banyak sekali yang menginginkan souvenir pernikahan yang berbeda dari yang
lainnya dan tentunya yang dapat bermanfaat dan tidak hanya di buang begitu saja
dan tentunya bias di kenang oleh tamu undangan,dengan souvenir yang berbentuk
goodie bag ini dapat membuat para tamu undangan terkesan dengan souvenir
pernikahan yang telah di selenggrakan karena memang unik dan terlihat elegan
untuk itu penulis membuat usah ini agar mengurangi plastic dan juga berinovasi
untuk souvenir penikahan yang berbahan kain spundbond dan berbentuk goodie
bag/pouch.
DAFTAR
ISI
Halaman Judul................................................................................................. i
Kata Pengantar............................................................................................... ii
Abstrak.......................................................................................................... iii
Daftar isi........................................................................................................ iv
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................. 1
B. Visi Dan Misi.................................................................................. 2
C. Tujuan.............................................................................................. 3
D. Sasaran............................................................................................ 3
E. Strategi Pengembangan................................................................... 3
BAB
II PROFIL USAHA
A.
Profil Usaha..................................................................................... 4
B.
Sejarah Usaha................................................................................... 4
BAB
III STRUKTUR ORGANISASI
A.
Struktur Organisasi ......................................................................... 8
B.
Profil Pemilik.................................................................................... 8
C.
Pembagian Kelompok Kerja............................................................. 8
BAB
IV PRODUK USAHA
A. Jenis Produk Yang Di Produksi.................................................... 11
B.
Mesin Yang Di Gunakan............................................................... 13
C.
Proses Produksi............................................................................. 16
D.
Kelebihan&Kekurangan Produk................................................... 16
BAB V ASPEK PEMASARAN
A. Target Dan Segmentasi Pasar........................................................ 17
B. Faktor Kompetitif......................................................................... 18
C. Rencana Penjualan........................................................................ 18
BAB VI RENCANA KEUANGAN
A. Pembelian Mesin........................................................................... 22
B. Biaya Operasional Perminggu....................................................... 22
C. Biaya Bahan Baku........................................................................ 22
D. Rata-Rata Harga Jual.................................................................... 23
BAB VII PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................... 24
B. Potensi Usaha................................................................................ 24
LAMPIRAN.............................................................................................. 28
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………30
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Semua
kegiatan manusi adi dunia ini pastinya selalu menggunakan barang yang berbahan
plastic dan dimanapun juga masih banyak yang menggunakna plastic secara
berlebihan dan berskala besar padahal plastic tidak ramah lingkungan dan tidak
dapat di daur ulang , setiap supermarket dan pasar pasar di Indonesia juga
menggunakan plastic. Begitu juga dengan souvenir-souvenir pernikahan jug
abanyak yang menggunakan berbahan plastic ,oleh karena itu mari kita mengurangi
penggunaan plastik dengan kain spundbond non woven yang lebih ramah lingkungan.
Salah
satu yang akan kami kembangkan adalah usaha dalam bidang konveksi yang akan
turut membantu dalam pemenuhan kebutuhan manusia akan kebutuhan perlemgkapan
pernikahan seseorang.Usaha yang kami kembangkan merupakan usaha yang masih
dalam skala kecil. Potensi tenaga kerja yang kami libatkan tertuju kepada kaum
perempuan yang biasanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga atau kaum perempuan
yang masih lajang dan belum mempunyai penghasilan sendiri. Hal ini dalam rangka
terus mendorong kaum perempuan untuk terus maju memperjuangkan persamaan hak
mereka di era globalisasi. Sesuai dengan cita-cita Ibu Kartini yang pada masa
lampau tidak kenal lelah dalam memperjuangkan persamaan hak-hak kaum perempuan.
Dengan
adanya kaum perempuan yang dapat mempunyai penghasilan sendiri akan menciptakan
kaum perempuan Indonesia yang kuat, tangguh dan mandiri. Selain itu penghasilan
mereka juga dapat ikut membantu perekonomian keluarga, meringankan beban suami
mereka dalam menanggung beban hidup keluarga. Dengan demikian maka kesehatan
dan pendidikan anak-anak mereka juga akan lebih terjamin. Dampak jangka
panjangnya akan menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas. Bangsa manapun
di dunia ini, pasti akan terus membutuhkan generasi muda yang sehat dan cerdas
apabila menginginkan keberadaan bangsanya tetap berlanjut.
Usaha
konveksi skala kecil apabila digerakkan secara besar maka secara tidak langsung
dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk-produk pakaian lokal
Indonesia.
Di tambah lagi dalam menggunakan
bahannya produksi tas souvenir ini menggunakan bahan yang dapat di daur ulang
dan mendukung gerakan Go Green yang ada Indonesia yaitu bahan yang bernama
“SPUNDBOND” non woven,’saatnya kita tinggalkan plastic dengan penggantinya
yaitu bahan tas dari spundbond ini,
Selain
itu melihat tujuan utama mendirikan usaha ini adalah agar pembuatan souvenir
dari tas ini juga dapat bermanfaat bagi calon pengantin yang mana menggunakan
souvenir berbentuk tas agar saat acara selesai tidak di abaikan begitu saja
namun dapat bermanfaat,contohnya dapat di gunakan sebagai tempat mukena bagi
umat muslim yang ingin menjalankan shalat di masjid atau mungkin bagi orang
yang non dapat di gunakan sebagai tempat Al-Kitab yang mereka bawa sehingga
dapat memanfaat barang juga sangatlah baik tidak menuia nyiakan apalagi
bahannya dapat di daur ulang.
Konsep di dalam usaha ini yaitu
menciptakan suatu produk yang berbeda ,unik, dan menarik serta dapat bermanfaat
untuk kebanyakan orang.
B. Visi dan Misi
1. VISI
Menjadi
Konveksi Terbesar di Indonesia berbasis Online, serta Menumbuhkembangkan
Potensi Tekstil.
2. MISI
1. Menciptakan Dan Menggali Peluang Pasar yang Potensial.
2. Membantu melayani pembuatan Produk Konveksi ke Instansi,
Sekolah, Perusahaan.
3. Memacu Kreativitas dan Aktivitas Dalam Penjualan Online.
4. Memproduksi Produk Konveksi Yang Berkualitas.
5. Mendorong Berkembangnya Ekonomi Kreatif dan Sektor Usaha
Kecil Dan Menengah.
C. Tujuan
Dengan berbekal sasaran di atas dan
sebagai Home Industri yang bergerak di bidang produk dan jasa konveksi, kami memfokuskan diri untuk
menjadi penyedia produk dan jasa konveksi yang
ber-orientasi pada kepuasan pelanggan.
D.
Sasaran
Menjadi
Home Industry penyedia produk dan jasa konveksi
yang profesional
E. Strategi Pengembangan
Kami menyadari bahwa dalam
mengembangkan produk memerlukan strategy pemasaran. Yang kami sebut 3 (tiga)
strategy yang sesuai dengan konsep Karya Indah Collection, yaitu:
1. Produk harus bersifat handal, stabil, simple, fleksible, uptodate, kompetitif dan memudahkan pengguna
produk.
2. Produk
Konveksi harus murah sehingga semua instansi dan bidang usaha dapat menggunakan
produk konveksi, produk Konveksi harus sesuai dengan keinginan dan
kebutuhan konsumen.
3. Produk
memiliki kelebihan di bandingkan dengan produk lain, baik kualitas, kuantitas, delivery dan distribusi.
BAB
II
PROFIL
USAHA
A. Profil Perusahaan
Nama produk : Grosir Tas Kudus
Nama pemilik : Ima Rahmawati
Alamat konveksi
: Desa jati Kulon Rt02/05 Jati Kudus
Alamat Pemilik
: Desa jati kulon rt02/05 jati kudus
B. Sejarah
Pertama kali usaha ini didirikan
pada tahun 2009 atas dasar kerja sama dengan saudara perempuan yang mempunyai
sebuah kios di dalam pasar kliwon kudus,awa mula usaha ini hanya memproduksi
tas yang di gunakan untuk acara khajat seperti pengajian
pernikahan,khitanan,dan juga untuk tas promosi perusahaan dan lain sebagainya.
Konveksi ini bergerak di bidang jasa yaitu pembuatan tas berbahan spundbond non
woven dan bentuk badan usahanya yaitu menengah kecil.
Gambar 1.1/1.2 yang tertera di atas
adalah penampakan dari tempat usaha ini melalui google map yang bertempatkan di
Desa Jati Kulon Rt02/05 Kecamatan Jati Kabupaten Kudus (59347) Jawa Tengah
Gambar 1.3/1.5 merupakan potret
kegiatan packing souvenir yang biasanya di lakukan sebelum pengiriman barang di
lakukan.
Usaha ini di didirikan atas dasar
karena ingin menciptakan sesuatu yang berbeda dari pada yang lain yaitu
souvenir yang berbentuk tas/goodie bag dan juga dompet/pouch denga bahan yaitu spunbond yang dapat di perbaharui dan
mendukung pergerakan go green.
BAB III
STRUKTUR ORGANISASI
A. Berikut ini merupakan struktur
organisasi yang ada di usaha konveksi grosir tas kudus :
1. Pemilik : Ima Rahmawati
2. Tukang potong kain : Bapak Suri
3. Penjahit : Terdapat 16 orang penjahit yaitu
masing-masing berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan di bawa ke rumah
masing-masing
4. Harian : 2 orang ( bekerja di rumah pemilik)
5. Sablon : 2 orang
B. Profil Pemilik
Mahasiswi berumur 19 tahun yang saat
ini sedang menjalankan pendidikan S1 jurusan progdi Manajemen di Universitas
Muria Kudus yang saat ini sudah sampai di semester 4,meskipun sekarang ia hanya
sebagai mahasiswi yang notabennya belum di wisuda dan di anggap belum mahiir
dalam menjalankan usahanya,namun ia telah belajar dari ibunya yang juga
memiliki bisnis yang sama namun beda dalam konsentrasi pembuatan produk dan
bentuk produk.
C. Pembagian Kelompok Kerja
a) Penjahit di Grosir Tas Kudus
Di dalam usaha grosir tas kudus
mempunya sekitar 16 orang penjahit , 1 orang pelaksana ,1 tukang potong kain ,
2 orang sebagai harian yaitu bertugas sebagai finshing , 2 orang tukang sablon.
Berikut ini merupakan nama-nama dari penjahit yang ada di
Grosir Tas Kudus yang dapat di sebut dengan penjahit yang sudah mahir dalam
bidangnya :
1. Ibu Alfiyah
2. Ibu Por
3. Ibu seswati
4. Ibu dah
5. Ibu titi
6. Ibu atik
7. Ibu eni
8. Ibu tini
9. Ibu kudriyah
10. Ibu yah
Dari masing-masing nama yang telah
saya sebutkan merupakan 10 dari 16 penahit yang dapat di katakana sebagai “the
best taylor of grosir tas kudus” di karenakan beliau – beliau semua dapat
menghasilkan produksi dengan sangat cepat,dan hasilnya juga bagus dan 6 lainnya
juga tidak kalah bagus namun memakan waktu yang lebih lama di banding dengan 10
nama yang telah saya sebutkan . dalam pembagian kelompok kerja pemilik
mengtamakan ketetapatan , kecepatan dan kecermatan dalam bekerja dan pastinya
juga kemahiran dalam memproduksi tas yang di buat agar konsumen merasakan
kepuasan akan barang yang telah mereka pesan.
b) Tukang Potong Kain
Pada tukang potong kain sendiri dulu adalah bekas dari
pekerja perusahaan kecil menengah juga anmun sudah cukup maju,ia cukup
berpengalaman dalam bidangnya yaitu memotong kain,dalam melakukan pekerjaan ia
dapat melakukan pekerjaan dengan tepat sesuai ukuran-ukuran tas yang customer
pesan dan dengan jumlah yang tepat dan di lebihkan mungkin hanya 2-3 produk
karena untuk arsip dan sample di rumah produksi. Ia dapat memotong kain 1 hari
sekitar 3000-5000 potong kain yang akan di jadikan tas.
c) Tukang Sablon
Selain kain motif jadi pada dasarnya banyak sekali customer
yang mnginginkan atau custom motif sendiri yang akan di gunakan untuk tas yang
mereka pesan,nah pada hal ini grosir tas kudus juga membutuhkan tukang sablon yang
mahir dalam artian kualita cat sablonnya yang bagus dan tidak mudah mengelupas.
Tukang sablon yang bernama mas hendri juga lokasi sangat dekat dengan rumah
produksi. Kualitas souvenir juga di lihat dari kualitas sablonnya yaitu harus
yang tebal dan jelas warnanya.
d) Harian
Harian yaitu pekerja yang bertugas sebagai finishing atau
mereka bekerja untuk controlling sebelum barang di kirim untuk berjaga-jaga
apakah ada barang yang reject atau rusak,jadi dapat di agntikan dengan yang
baru, dan ada juga beberapa produk tas yang harus ada campur tangan harian
mislanya memasang kolor pada tas nya dan memasang beberapa stuff untuk
perlengkapan tas souvenir. Di butuhkan kesabaran dan juga kerapian dalam
melakukan finishing. Tanpa adanya petugas harian maka produk tidak akan bias
suesuai seperti apa yang cuostomer inginkan , karena pada dasarnya souvenir
pernikahan terfokus pada kemasan atau packaging yang rapi udan unik.
Usah aini hanya empunyai 2 pekerja harian yang masing-masing
mempunyai keterampilan yang sama yaitu ulet,rajin,sabar dan teliti . di
antaranya bernama 1. Mba Rini dan 2. Ibu sarmini, yang mana ibu srmini ini
dalah seorang ibu umah tangga dan rumahnya dekat dengan rumah
produksi,sedangkan mbak Rini prumahnya cukup lumayan jauh dari rumah produksi dia
juga seorang ibu rumah tangga namun masih muda umurnya.
BAB IV
PRODUK USAHA
A. Jenis Produk Yang di Produksi
Produk yang di produksi oleh grosir
tas kudus yaitu konsentrasi dengan oroduk souvenir yang di gunakan untuk
pernikahan maupun acara lainnya seperti promosi sebuah produk ataupun sebuah
perusahaan.dewasa ini banyak sekali souvenir pernikahan yang monoton atau
itu-itu saja seperti garpu,pisau,kipas gelas dan lain sebagainya,maka dari itu
pemilik mecentuskan atau memikirkan sebuah inovasi produk baru yang ingin
membuat sebuah souvenir yang bermanfaat dan dapat di pakai setelah pulang dari
acara pernikahan dan juga yang berbahan ramah lingkungan .
a.
Beberapa bahan yang di gunakan untuk
membuat tas souvenir berikut di antaranya :
1.
Bahan Spundbond Non Woven
merupakan kain yang terbuat dari polypropylene berbentuk
serat panjang yang terikat dan tersusun dengan kuat secara kimiawi, mekanik,
panas dan perawatan dengan pelarut. Kain jenis ini memiliki kelebihan antara
lain; tahan lama, memiliki daya serap air yang cukup tinggi, lembut, elastis,
cukup tahan terhadap api, memiliki daya saring terhadap bakteri, dan satu hal
yang paling penting adalah mudah didaur ulang sehingga tidak mencemari bumi
kita tercinta.
Kain Spunbond / Non Woven merupakan kain yang ramah
lingkungan yang banyak digunakan saat ini sebagai bahan pengganti plastik.
Penggunaan Kain Spunbond / Non Woven sekarang ini semakin meluas mulai dari
dunia kesehatan, otomotif, industri, dan yang sedang marak saat ini adalah
shoping bag (tas spunbond atau spunbond bag).
2. Kain Blacu
kain blacu adalah kain berbahan dasar kapas, untuk menjadi
kain, kapas harus melalui proses pemintalan atau bahasa asingnya spinning.
Spinning merupakan proses untuk mengubah kapas menjadi benang. Setelah menjadi
benang kemudian melalui proses soft winder atau penggulungan benang pintal.
Setelah benang-benang tergulung kemudian masuk proses penenunan. Penenunan
adalah proses mencetak benang menjadi lembaran-lembaran kain.
kain blacu sendiri merupakan kain yang masih mentah, sebelum
di proses lagi untuk di jadikan kain yang siap untuk di edarkan di pasar.
kain blacu tidak memiliki warna, karena warna kain blacu
adalah warna murni atau asli (belum mengalami pewarnaan atau pemutihan) -
biasanya warnanya adalah putih tulang atau kecoklatan karena itulah kain blacu
juga sering di sebut sebagai kain mentah/ grey.
karena kain blacu berbahan dasar kapas, sehingga sangat aman
di gunakan dan kain blacu sendiri punya sifat fleksibel sehinga bisa di bentuk
berbagai macam model, selain itu kain blacu juga ramah lingkungan karena masih
terbuat dari bahan yang alami dan dapat di gunakan berulang - ulang kali.
Duhulu tidak banyak yang menggunakan kain blacu, dulu kain
blacu hanya digunakan sebagai pembungkus tepung, gula ataupun beras, sejak
tahun 1980an Bu Hendri (baca jug artikel kami tentang bu Hendri) mulai
berkreasi untuk menghasilkan aneka produk kerajinan dengan berbahan dasar kain
blacu yang di percantik dengan sentuhan bordir aplikasi seperti sarung bantal,
taplak, tas, pakaian, tempat tisu, gorden dan masih banyak lagi.
Kain blacu yang kami gunakan juga mempunyai ciri khas
tersendiri, dengan sering mencuci kain blacu maka warna kain blacu yang
sebelumnya putih tulang / kecoklatan akan semakin berwarna putih bersih tanpa
pemakaian pemutih ketika pencucian, juga kain blacu juga yg awalnya agak kaku
akan menjadi semakin lemas dan lembut,
Ini merupakan penampakan dari kain
blacu.
b.
Mesin – mesin yang di gunakan :
mesin ini bernama circle cutter yang mempunyai mata pisau
brbentuk bulat,mesin ini di gunakan untuk memotong kain spund atau pun blacu
mesin ini sangat mendukung pembuatan tas spund karena jika hanya menggunakan
gunting prosesnya juga sangat lama
Gunting zigzag ini di gunakan saat ada pemesanan tas spund
yang menginginkan pola zigzag.
Mesin ini masih bekerja manual biasanya yang menggunakan
yaitu para penjahit di grosir tas kudus yang umurnya re;atif cukup tua mereka
cenderung menyukai mesin manual ini ketimbang dengan mesin yang sudah
menggunakan dynamo.
Ini merupakan mesin jahit yang sudah menggunakan teknologi
yang jahit yang cara bekerjanya lebih cepat daripada mesin jahit
manual,biasanya penjahit yang menggunakan mesin jahit ini waktu dalam menjahit
tas lebih cepat selesai dan juga rapi.
Alat ini merupakan alat yang di gunakan oleh harian biasanya
jika ada jahitan yang salah atau melenceng maka benag harus di cabut terlebih
dahulu dan menggunakan alat ini agar lebih mudah dan cepat.
Alat ini di gunakna untuk pada saat ada jaitan pada perekat
tas yang reject lalu harian akan memasang perekat tersebut dan merekatkannya
menggunakna lem tembak lilin ini agar menghemat waktu juga dank arena penjahit
menjahit di rumah mereka masing-masing jadi akan sangat memakan banyak waktu
jika harus pergi ke rumah penjahit,tapi jika reject nya di perlukan pembenahan
atau harus di jahit ulang maka harian harus dating ke rumah penjahit.
c.
Proses Pembuatan
1. Pertama kain di potong dahulu sesuai
ukuran yang di inginkan semisal biasanya untuk souvenir yang menginginkan totte
bag ukuran 20X30 atau 25X30
2. Proses kedua yaitu setelah di potong
sesuai ukuran kain di bawa ke tukang sablon untuk di sablon sesuai
tulisan/design yang di inginkan tetapi sebelum itu motif atau tulisan di design
oleh tukang sablonnya dahulu dan proses menyablon juga harus pertama di afdrek
di screen.setelah kering baru proses menyablon di lakukan.
3. Setelah itu baru di kembalikan ke
rumah produksi untuk di bagikan kepada penjahit,rumah produksi tidak ada
penjahitnya jadi penjahit menjahit di rumahnya masing-masing karena harus
menjaga anak-anak dan juga bias memasak di rumah,
4. Setelah tas jadi baru di berikan ke
petugas harian yang bekerja di rumah dan di lanjutinlkan dengan controlling
jika ada yang reject setelah semua sudah di control baru tas akan di kemas agar
cocok di jadikan sebagai souvenir biasanya costumer menginginkan tasnya di
lengkapi dengan pita dan kertas atau dengan plastic dan di lengkapi dengan
kartu ucapan terima kasihs ebagai pemanis.
d.
Kelebihan Produk
1. Kelebihan souvenir bahan kainnya
ramah lingkungan
2. Menggunakan kain yang tebal karena
kain spundbond ada yang hanya 40/45 gsm atau 60/65 gsm itu berarti sangat tipis
tapi yang saya guakan yaitu tebalnya 75gsm jadi teksturnya bagus,dan tebal.
3. Cat sablon yang di gunakan juga
berkualitas tidak mudah untuk di kelupas dengan kuku,sehingga dapat awet dan
bertahan lama jika di simpan.
4. Dapat di manfaatkan untuk tempat
lainnya misalkan tempat mukena dll.
5. Bias membeli dengan harga yang
relative murah.
6. Bias free ongkir untuk pembelian
minimal 400pcs
Kekurangan
Produk
1. Kalo di cuci kainnya seratnya akan
rusak
BAB V
ASPEK PEMASARAN
A.
Target dan Segmentasi pasar
Sebagai acuan kita dalam berusaha,
bawasanya kita harus sudah siap terhadap segala kemungkinan yang terburuk
sekalipun. Yang perlu kita tanamkan dalam diri kita yaitu semangat kerja dan
pantang menyerah selalu tetap gigih dalam berusaha. Bila ditinjau dari segi
prospek pemasaran bidang kerja sebuah percetakan sablon cukup menjajikan dan
menunjang kehidupan sehari-hari. Karena pada umumnya orang selalu membutuhkan media-media
publikasi untuk perorangan, golongan, bahkan pada sebuah lembaga sekalipun.
Dengan tempat pemasaran yang strategis dan promosi yang baik, diharapkan dapat
memberikan keuntungan dalam setiap penjualan.
Dalam menentukan target pasar dalam
usaha yang saya jalankan juga sangatlah penting,di lihat rumah produksi
terletak di antara masyarakat dan di lewati banyak kendaraan bermoto juga,dan
banyaknya anak muda yang mulai merencanakan sebuah acara pernikahan jadi cocok
sekali dengan produk yang saya jalankan sekarang yaitu focus dengan
souvenir-souvenir wedding. Di samping itu saya juga membuka took online yang
dapat memudahkan semua masyarakat tidak hanya di daerah saya saja ataupun di
kota saya saja namun di seluruh kota yang ada di Indonesia dapat mengethaui
took saya dan mengetahui ptoduksi souvenir yang saya buat. Dengan tidak
memasang harga yang tinggi dapat di dapatkan konsumen tiingkat menengah bawah ,
tingkat menengah atau pun tingkat tinggi.
Untuk segmentasi pasarnya,saya
menganalisis berdasarkan data lapangan tempat saya mendirikan usaha ini yaitu
antara lain :
·
Geografi : jika di
lihat dari segi geografisnya tempat saya dimana mendirikan usaha ini cukup
ramai karena dekat juga dengan kota dan terdapat banyak masyarakat yang dapat
mendukung sekali proses dari penjualan dan produksi souvenir jadi sudah dapat
di katakana memenuhi syarat-syarat pemilihan lokasi.
·
Demografi : konsumen
yang di tuju adalah semua kalangan yang membutuhkan souvenir tidak hanya untuk
pernikahan namun juga untuk acara event-event di sebuah perusahaan.
B.
Faktor Kompetitif
Membicarakkan tentang faktoor
kmpetitif saya mendirikan usaha ini di wilayah desa jati kulon kecamatn jati
kabupaten kudus dan kebetulan di tempat saya berproduksi belum banyak yang
memproduksi tas souvenir seperti saya , namun ada 2 orang yang mempunyai usaha
yang sama namun tidak berdekatan dengan lokasi rumah produksi yang saya
didirikan. Untuk sekarang sini saya lebih focus untuk menarik hati para
konsumen yang akan melangsungkan pernikahan di sekitar tempat usaha saya,dengan
fokus ke konsumen yang ada di dekat tempat usaha saya, di harapkan dapat
membantu produk kami di ketahui oleh masyarakat di luar daerah/tempat dimana
saya mendirikan usaha. Kelebihan produk saya yaitu konsumen bebas untuk custom ukuran
atau custom design dan tinta sablon yang sangat bagus kualitasnya sehingga
gambar yang ada di tas souvenir semakin terlihat hidup dan elegan,dengan
beberapa pilihan warna yang dapat di pilih oleh para konsumen.
C.
Rencana Penjualan
Untuk strategi promosi dan pemasaran
yang saya terapkan yaitu :
1. Saya membuat beberapa akun penjualan
online melalui instagram,shopee,dan juga olx.com melalui akun-akun seperti ini
di harapkan banyak orang yang akan mengenal produk yang saya produksi,di
samping itu saya harus rajin update gambar
dari produk yang saya produksi agar konsumen semakn yakin bahwa saya
pengrajin asli bukan reseller atau dropship. Dan juga saya memberikan label di
setiap gambar yang saya upload dengan nama “ Grosir Tas Kudus “ agar tidak
dapat di ambil oleh online shop lain karena di gambar sudah tertera nama akun
online shop saya,walaupun label yang sy apakai belum terdaftar pelabelan,namun
hal itu cukup membantu.
2. Strategi yan kedua yaitu di setiap
ada konsumen yan memesan souvenir saya selalu memberikan label tulisan di kain
kecil yang di sablon yang berisikan kontak yang bias di hubungin konsumen
lain,di harapkan para tamu undangan yang berminat dapat menghubungi saya secara
langsung dengan cara melihat label yang ada di dalam tas souvenir yan di jahit
di samping tas.
3. Strategi selanjutnya yaitu saya
selalu mengadakan promo yang saya terapkan sampai sekarang yaitu promo free ongkir untuk pembelian souvenir minimal
400 pcs untuk daerah jawa,jabodetabek,DIY
agar konsumen tertarik untuk membeli souvenir yang say aproduksi,di samping itu
karena jarang sekali saya mendapatkan pesnan online yang hanya memesan 100pcs
karena untuk para tamu undangan mereka selalu memesan souvenir -+ 300-400
pcs jadi saya memberanikan diri untuk mengadakan promo tersebut dan saya
menggunakan jasa cargo untuk mengantar barang ke tempat tinggal paras konsumen
.
4. Strategi ke empat para konsumen
dapat costum design sesuka hati mereka karena di usaha yang saya buat ada jasa
pembuatann design sendiri juga mencangkup jasa sablon yang saya gunakan yaitu
mas hendri yang pandai mendesign gambar untuk para konsumen.
Gambar
di atas merupakan salah satu akun online shop saya bikin di akun isntagram
Dengan
username “Grosirtaskudus_”
BAB VI
RENCANA
KEUANGAN
A.
Rencana
Pembelian Mesin Potong
Mesin pemotong kain 2 unit = 400.000/unit
Total = 400.000 x 2 unit = 800.000
Total = 800.000
B.
Biaya
Operasional Perminggu
1.
Gaji
tukang potong per 1000 potong = 100.000
1
minggu -+5.000 potong
Total
gaji / minggu = 500.000
2.
Gaji
untuk Harian per orang = 30.000/ hari = 30.000 x 2 (orang harian) x 6 (per
mnggu)
=
180.000/ orang dalam 1 minggu hanya untuk harian
Total
2 orang harian perminggu nya = 360.000
Total /
minggu untuk 2 orang karyawan harian = 360.000
3.
Gaji
untuk Penjahit untuk 16 orang karyawan / minggu
5.000 (total
potongan/minggu) x 500,00 (ongkos jait/tas) = 2,500,000
Total
= 2.5000.000 : 16 (penjahit) = 156.250/minggu/penjahit
4.
Biaya
Transportasi
Pengiriman
barang per minggu 100.000 (80.000 untuk bensin + 20.000 untuk kurir)
Total 100.000
5.
Biaya
makan siang untuk 3 orang karyawan yang di rumah
5000/hari
x 3 = 15.000
Total
15.000 x 6 hari = 90.000 / 6 hari
Total = 3.550.000
C.
Biaya
Bahan Baku
1.
Pembelian
kain / warna 100 meter = 10 warna x 500.000 / minggu
Total
= 10 x 500.000 = 5.000.000
2.
Pembelian
benang/ minggu = 250 buah benang x 1500/buah
Total
= 375.000
3.
Pembelian
kertas untuk packing souvenir / lembar 50 rupiah + sablon di kertas 100 rupiah.
Total
= 150 x 5000 tas / minggu = 750.000
4.
Lain-lain
total 350.000 ( lem kertas, benang
emas,tali agel,plastik)
Total
= 6.725.000
JUMLAH KESELURUHAN = 10.075.000
D.
Rata-
rata harga Jual souvenir
2.500/pcs x 500 pcs = 12.500.000 – 10.075.000 = 2.425.000 ( laba bersih/minggu)
BAB
VII
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Di dalam kita berbisnis pasti ada pasang dan surut,di saat
pasar sedang ramai dan pesanan banyak jumlah
angka tersebut di atas yang saya rangkum bisa lebih banyak,dan laba juga
otomatis juga lebih tambah banyak,tapi di saat surut bisa jadi sedikit.
Namun apabila kita menjalani bisnis dengan benar
dansungguh-sungguh inshaAllah bisnis kita akan maju,dan tentunya dengan cara
yang baik dan tidak curang selalu jujur dalam bekerja dan mengutarakankualitas
produk yang kita produksi.
Terus berinovasi agar barang yang kita produksi tidak monoton
dan terus mengikuti perkembangan zaman. Untuk itu kita perlu terus belajar agar
kita dapat selalu mempunyai ide bagaimana usaha kita kedepannya agar tidak
mudah berhenti atau dalam artian terus berkembangan.
Di dalam usaha juga ada namanya persaingan,namun di situlah
kita tahu bahwa kita harus berusaha menjaid lebih baik dan terus belajar
bagaiman cara kita bersaing namun dengan cara yang sehat.
B.
Potensi
Usaha
Dewasa ini kita harus bisa mengurangi penggunaan plastik
untuk menjaga bumi kta tetap sehat,untuk itu produk tas dari spundbond ini
inshaAllah akan terus berkembang dan aktif untuk kedepannya karena bahan
spundbond ini sangat ramah lingkungan,dan begitu banyaknya mall-mall yang ada
di seluruh dunia yang mengguakan plastik bisa berganti memakai kantong berbahan
spund,karena produk kami tidak hanya membuat/memproduksi souvemir namun juga
untuk tas oyang di gunakan oleh mall dan instansi atau tas promosi,adi potensi
usaha ini akan bisa terus berkembang sampai kedepannya nanti.
BAB VIII
LAMPIRAN
A.
Lokasi
tempat Usaha
Beralamatkan di desa jati kulon
rt02 rw 05 kecamatan jati kudus dekat dengan kantor PLN jati ada gang masuk ke
barat lurus sampai ada kantor balai desa idan ada perempatan masih lurus sampai
lewat jembatan lurus sedikit belok kanan lurus sampai ada gang belakang mushala
yang man amushala berada di kanan jalan dan gang rumah produksi ada di kiri
jalan.
B.
Kartu
Identitas Pemilik Usaha
DAFTAR
PUSTAKA







































Komentar
Posting Komentar